SELUMA – Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma melakukan sosialisasi keamanan pangan dan higiene sanitasi di SPPG Talang Dantuk. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas makanan yang diproduksi untuk masyarakat.
SPPG Seluma Talang Dantuk berada di kawasan Jalan Raya Bengkulu–Manna, Kelurahan Talang Dantuk, Kecamatan Seluma, Kabupaten Seluma, Bengkulu. Unit tersebut menjadi bagian dari jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui sosialisasi tersebut, aspek kebersihan dapur dan keamanan pangan mendapat perhatian utama. Penerapan standar yang baik diperlukan sejak bahan pangan diterima hingga makanan siap didistribusikan.
Keamanan Pangan Jadi Perhatian Utama
Keamanan pangan menjadi bagian penting dalam operasional dapur SPPG. Pasalnya, makanan diproduksi dalam jumlah besar dan kemudian disalurkan kepada penerima manfaat.
Karena itu, pengelola perlu menjaga kebersihan pada setiap tahap pengolahan.
Higiene petugas, kebersihan peralatan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan, serta kondisi lingkungan dapur menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Selain itu, makanan harus terlindungi dari potensi kontaminasi selama proses produksi.
Penerapan prinsip tersebut membantu menekan risiko gangguan kesehatan akibat pangan.
Higiene Sanitasi Dapur SPPG Diperkuat
Sosialisasi juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman pengelola dan petugas dapur.
Dalam operasional SPPG, standar higiene sanitasi tidak hanya berkaitan dengan kebersihan ruangan. Kebersihan petugas dan peralatan juga memiliki peran penting.
SPPG Talang Dantuk sendiri tercatat sebagai salah satu unit SPPG di Kabupaten Seluma. Data direktori SPPG mencatat sedikitnya sembilan unit tersebar di kabupaten tersebut.
Setiap unit menjalankan fungsi penyediaan makanan dalam Program MBG. Oleh sebab itu, penguatan standar keamanan pangan perlu dilakukan secara konsisten.
Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Jadi Bagian Penting
Penerapan standar juga berkaitan dengan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Pada November 2025, empat dapur SPPG di Kabupaten Seluma telah beroperasi. Namun, saat itu baru satu unit yang telah memperoleh SLHS. Tiga unit lainnya masih dalam proses penerbitan sertifikat. Sementara itu, SPPG Talang Dantuk saat itu masih berada pada tahap persiapan dan pengajuan.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pembinaan sebelum dan selama dapur beroperasi.
Sosialisasi dari Dinas Kesehatan dapat membantu pengelola memahami persyaratan kesehatan lingkungan dan keamanan pangan yang harus dipenuhi.
Cegah Risiko Kontaminasi Makanan
Penerapan keamanan pangan dan higiene sanitasi di SPPG Talang Dantuk juga berperan dalam mencegah kontaminasi.
Pengelola dapur perlu memastikan bahan pangan berada dalam kondisi baik. Selain itu, proses penyimpanan harus memperhatikan karakter setiap bahan.
Peralatan yang bersentuhan dengan makanan juga harus selalu bersih.
Pada saat yang sama, petugas pengolah makanan perlu menjaga kebersihan diri dan menerapkan prosedur kerja yang sesuai.
Langkah tersebut penting karena kelalaian pada satu tahap dapat memengaruhi keamanan makanan yang dihasilkan.
Mendukung Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis
SPPG merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Unit ini bertugas menyiapkan, mengolah, hingga mendistribusikan makanan kepada kelompok sasaran. Karena itu, kualitas makanan tidak hanya dinilai dari kandungan gizinya.
Aspek keamanan juga harus menjadi prioritas.
Profil operasional SPPG Talang Dantuk mencantumkan keamanan pangan, higiene sanitasi, dan kualitas menu sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan layanan gizi yang aman dan bermutu.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, standar tersebut diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dalam kegiatan dapur sehari-hari.
Dinkes Dorong Standar Dapur yang Sehat
Sosialisasi keamanan pangan menjadi langkah preventif untuk menjaga kesehatan penerima manfaat.
Pengawasan dan edukasi juga membantu petugas memahami titik-titik yang berpotensi menimbulkan masalah. Dengan demikian, perbaikan dapat dilakukan sebelum muncul risiko kesehatan.
Keamanan pangan pada akhirnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pemenuhan gizi.
Makanan yang bergizi tetap harus diproses secara bersih, disimpan dengan benar, dan didistribusikan dalam kondisi aman. Prinsip tersebut menjadi fondasi penting bagi pelayanan SPPG yang berkualitas.
