BENGKULU TENGAH – Upaya pencegahan stunting di Desa Harapan Makmur terus diperkuat melalui pendampingan dan edukasi gizi seimbang. Kegiatan berlangsung di Aula Balai Desa Harapan Makmur, Kecamatan Pondok Kubang, Kamis (20/8/2026).
Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Kabupaten Bengkulu Tengah, Dr. Susilo Damarini Rachmat, S.KM., MPH., menghadiri kegiatan tersebut. Selain itu, sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat turut berpartisipasi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan TP PKK terhadap pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Sementara itu, edukasi gizi diberikan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kebutuhan gizi anak.
Perkuat Pencegahan Stunting di Desa Harapan Makmur
Pencegahan stunting membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dan kader Posyandu.
Kegiatan tersebut juga melibatkan TP PKK serta pihak terkait lainnya. Dengan demikian, pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak dapat dipantau secara lebih optimal.
Kepala Desa Harapan Makmur, Tri Ekana, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah. Menurutnya, pencapaian desa tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak.
Kerja sama tersebut melibatkan pemerintah desa, kecamatan, kader Posyandu, pendamping desa, Puskesmas, dan KUA. Karena itu, kolaborasi menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan stunting.
Camat Pondok Kubang Hendri Irawan juga menyoroti pentingnya sinergi tersebut. Menurutnya, integrasi berbagai sektor memberikan dampak positif terhadap program penurunan stunting.
Edukasi Gizi Seimbang bagi Orang Tua
Dalam kegiatan tersebut, edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu perhatian utama. Khususnya, orang tua perlu memahami pola asuh dan pemenuhan gizi anak.
Susilo Damarini Rachmat menegaskan bahwa pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab kader. Sebaliknya, keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting.
Oleh sebab itu, pemenuhan gizi seimbang perlu diperhatikan sejak dini. Pola asuh yang tepat juga dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Selain edukasi, pemantauan tumbuh kembang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan begitu, masalah pertumbuhan anak dapat diketahui lebih awal.
Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pola asuh anak. Materi disampaikan sebagai bagian dari upaya mencegah stunting di lingkungan keluarga.
Desa Harapan Makmur Bersiap ke Tingkat Provinsi
Desa Harapan Makmur mendapatkan hasil baik dalam penilaian di tingkat Kabupaten Bengkulu Tengah. Selanjutnya, desa tersebut akan maju ke penilaian tingkat provinsi.
Meski demikian, peningkatan kualitas program tetap menjadi perhatian. Karena itu, seluruh indikator penilaian diharapkan dapat dipersiapkan secara maksimal.
Kelengkapan data dan administrasi juga menjadi bagian penting. Setiap kegiatan TP PKK dan Posyandu perlu memiliki pencatatan serta dokumentasi yang jelas.
Selain itu, pemerintah mengingatkan agar peningkatan program tidak sekadar berorientasi pada perlombaan. Proses tersebut diharapkan menjadi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas desa.
Sebagai bentuk dukungan, kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan sembako. Bantuan diberikan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah melalui BAZNAS kepada anak-anak sasaran program penurunan stunting.
Melalui pencegahan stunting di Desa Harapan Makmur, kolaborasi antara keluarga, kader, Puskesmas, dan pemerintah diharapkan semakin kuat. Dengan demikian, pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak dapat terus ditingkatkan.
