BENGKULU – Pelayanan kesehatan balita Kota Bengkulu menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan dan perkembangan anak. Data periode 2021–2025 juga menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan pelayanan yang diberikan melalui puskesmas dan fasilitas kesehatan.
Pelayanan tersebut tidak hanya diberikan ketika anak sakit. Sebaliknya, tenaga kesehatan juga melakukan pemantauan terhadap balita sehat. Pemeriksaan pertumbuhan, perkembangan, status gizi, serta berbagai pelayanan dasar menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.
Pelayanan Balita Dilaksanakan di Seluruh Puskesmas
Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mencatat pelayanan balita dilaksanakan di seluruh puskesmas.
Sasarannya adalah balita usia 0–59 bulan. Pelayanan kesehatan sesuai standar mencakup pemantauan pertumbuhan dan perkembangan menggunakan Buku KIA. Selain itu, terdapat skrining tumbuh kembang.
Sementara itu, pelayanan bagi balita sakit menggunakan pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit atau MTBS.
Dengan demikian, pelayanan tidak hanya berfokus pada pengobatan.
Pencegahan dan deteksi dini juga menjadi perhatian.
Tahun 2021 Masih Dipengaruhi Pandemi
Pada periode 2021, pelayanan kesehatan anak menghadapi tantangan akibat pandemi COVID-19.
Profil Kesehatan Kota Bengkulu mencatat pandemi memengaruhi kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan. Sebagian masyarakat masih khawatir membawa anak ke unit pelayanan kesehatan.
Kondisi tersebut turut memengaruhi sejumlah indikator pelayanan anak.
Data pemerintah menunjukkan jumlah balita yang memperoleh pelayanan kesehatan pada 2021 mencapai 20.389 anak. Target SPM untuk pelayanan kesehatan balita sendiri ditetapkan sebesar 100 persen.
Selain itu, cakupan penimbangan balita pada 2021 mencapai sekitar 70,1 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2020 yang berada pada kisaran 63,1 persen.
Pelayanan Tahun 2022 Mengalami Perubahan
Memasuki 2022, aktivitas pelayanan kesehatan masyarakat mulai bergerak setelah periode pandemi.
Data tingkat Provinsi Bengkulu menunjukkan Kota Bengkulu memiliki sasaran 30.004 balita usia 0–59 bulan pada 2022.
Sebanyak 22.569 balita tercatat dipantau pertumbuhan dan perkembangannya. Selain itu, 24.692 anak tercatat memperoleh pelayanan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang atau SDIDTK.
Data tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan pelayanan anak di Kota Bengkulu.
Karena itu, puskesmas memiliki peran penting untuk menjangkau keluarga hingga tingkat kelurahan.
Capaian Berubah dari Tahun ke Tahun
Data pelayanan menunjukkan angka yang tidak selalu bergerak dalam pola yang sama.
Dokumen RKPD Kota Bengkulu mencatat jumlah balita yang mendapatkan layanan kesehatan mencapai 20.389 anak pada 2021 dan 24.692 anak pada 2022. Sementara itu, data yang dicantumkan untuk 2023 sebanyak 10.665 anak.
Perbedaan tersebut perlu dibaca bersama metode pencatatan, sasaran, dan indikator yang digunakan pada setiap periode.
Oleh sebab itu, angka tahunan tidak selalu dapat dibandingkan secara sederhana tanpa melihat definisi indikator pada sumber aslinya.
Tahun 2024, Cakupan Mendekati 95 Persen
Perkembangan yang cukup kuat terlihat pada data 2024.
Profil Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mencatat sasaran balita usia 0–59 bulan sebanyak 35.390 anak.
Dari jumlah tersebut, laporan menyebut pelayanan kesehatan sesuai standar mencapai 94,94 persen. Namun, cakupan tersebut masih berada di bawah target SPM pelayanan anak balita sebesar 100 persen.
Artinya, masih terdapat ruang untuk meningkatkan jangkauan pelayanan.
Selain memperluas cakupan, kualitas pemeriksaan juga perlu terus dijaga.
Pemantauan Pertumbuhan Sangat Penting
Pelayanan kesehatan balita Kota Bengkulu memiliki peran besar dalam mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini.
Melalui pemantauan rutin, tenaga kesehatan dapat melihat perkembangan berat dan tinggi badan anak. Selain itu, perkembangan kemampuan anak dapat dipantau sesuai tahapan usia.
Jika ditemukan masalah, petugas dapat melakukan tindak lanjut.
Karena itu, orang tua sebaiknya membawa balita mengikuti pemantauan secara rutin. Puskesmas dan posyandu menjadi layanan yang dekat dengan masyarakat untuk mendukung langkah tersebut.
Posyandu Tetap Menjadi Layanan Penting
Posyandu juga berperan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Data Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk 2025 kembali menempatkan posyandu sebagai layanan berbasis masyarakat yang berfokus pada kesehatan ibu dan anak, gizi, imunisasi, serta keluarga berencana.
Keberadaan posyandu membantu mendekatkan pelayanan kepada keluarga.
Selain itu, kader dapat membantu memberikan edukasi kepada orang tua. Dengan cara tersebut, pemantauan kesehatan tidak hanya dilakukan ketika anak mengalami keluhan.
Pelayanan Balita Sakit Juga Harus Diperhatikan
Tidak semua pelayanan balita berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan.
Balita yang sakit juga membutuhkan penanganan sesuai standar.
Dalam pelayanan puskesmas, pendekatan MTBS digunakan untuk membantu penanganan balita sakit. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari standar pelayanan kesehatan balita yang dicatat Dinkes Kota Bengkulu.
Selanjutnya, anak dapat memperoleh tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.
Dengan demikian, masalah kesehatan dapat ditangani lebih cepat.
Evaluasi 2021–2025 Jadi Bekal Memperkuat Pelayanan
Melihat kembali pelayanan kesehatan balita Kota Bengkulu selama 2021–2025 menunjukkan pentingnya kesinambungan layanan.
Pandemi sempat menjadi tantangan pada awal periode. Setelah itu, pelayanan kembali diperkuat melalui puskesmas dan pelayanan berbasis masyarakat.
Pada 2024, cakupan pelayanan sesuai standar dilaporkan telah mendekati 95 persen. Namun, target SPM tetap berada pada angka 100 persen.
Karena itu, pemerataan pelayanan masih menjadi pekerjaan penting.
Selain pemerintah, partisipasi keluarga juga diperlukan. Orang tua perlu membawa anak mengikuti pemantauan secara rutin. Dengan demikian, masalah pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan dapat diketahui lebih cepat.
Pada akhirnya, data 2021–2025 bukan sekadar catatan angka. Data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pelayanan dan memastikan semakin banyak balita di Kota Bengkulu memperoleh layanan kesehatan sesuai standar.
