Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

RSUD Lebong Tangani 96 Kasus DBD, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

0 0
Read Time:2 Minute, 14 Second

LEBONG – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi perhatian di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Sepanjang Januari hingga akhir Agustus 2026, RSUD Kabupaten Lebong telah menangani 96 kasus DBD.

Meski jumlah kasus cukup tinggi, seluruh pasien berhasil mendapatkan penanganan dengan baik. Hingga akhir Agustus, tidak ada pasien DBD yang meninggal dunia.

Direktur RSUD Kabupaten Lebong, Meinoffandi Leswin, mengatakan masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan. Sebab, DBD dapat mengancam jiwa apabila terlambat mendapatkan penanganan.

DBD Perlu Ditangani Sejak Dini

DBD dapat menyerang berbagai kelompok usia. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengenali gejalanya sejak awal.

Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah demam tinggi secara mendadak. Selain itu, demam yang berlangsung beberapa hari juga tidak boleh diabaikan.

RSUD Lebong mengimbau masyarakat segera melakukan pemeriksaan jika demam tidak kunjung turun. Pemeriksaan dapat dilakukan di Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Menurut pihak rumah sakit, pasien dengan kondisi fisik yang masih stabil tidak selalu harus dirujuk ke RSUD. Sebagian pasien dapat memperoleh perawatan medis di Puskesmas.

Penanganan sejak dini sangat penting. Dengan demikian, risiko kondisi pasien berkembang menjadi lebih berat dapat ditekan.

Pancaroba Tingkatkan Risiko DBD

Pihak RSUD Lebong juga mengingatkan masyarakat mengenai risiko DBD saat terjadi perubahan musim.

Penambahan kasus umumnya perlu diwaspadai ketika terjadi peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Pada periode tersebut, genangan air sisa hujan dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Nyamuk Aedes aegypti merupakan penular utama virus dengue. Karena itu, kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dalam pencegahan DBD.

Masyarakat dapat rutin menguras tempat penampungan air. Kemudian, wadah penyimpanan air perlu ditutup dengan rapat.

Selain itu, barang bekas yang dapat menampung air perlu dibuang atau dimanfaatkan kembali. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Warga Diminta Waspadai Demam Berkepanjangan

Masyarakat juga diminta tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami demam.

RSUD Lebong menyarankan warga melakukan pemeriksaan darah apabila mengalami demam selama tiga hari dan tidak kunjung turun. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui Puskesmas terdekat.

Langkah tersebut penting untuk mengetahui kondisi pasien lebih awal. Selanjutnya, tenaga kesehatan dapat menentukan penanganan yang diperlukan.

Selain demam, masyarakat juga perlu memperhatikan perubahan kondisi tubuh. Apabila kondisi memburuk, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan.

RSUD Lebong Siagakan Obat dan Ruang Perawatan

RSUD Kabupaten Lebong juga melakukan langkah antisipasi menghadapi kemungkinan peningkatan kasus.

Rumah sakit telah menyiagakan ketersediaan obat-obatan untuk menangani pasien DBD. Selain itu, ruang perawatan khusus juga disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pasien.

Namun, pencegahan tetap membutuhkan peran aktif masyarakat. Kebersihan rumah dan lingkungan perlu dijaga secara rutin.

Terlebih, genangan air dapat muncul di berbagai tempat setelah hujan. Karena itu, masyarakat perlu memeriksa halaman, wadah air, dan barang bekas di sekitar rumah.

Dengan pencegahan dan deteksi dini, risiko DBD dapat ditekan. Sementara itu, fasilitas kesehatan tetap disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.