BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu terus memperkuat langkah pencegahan terhadap penyebaran campak. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan imunisasi, terutama bagi anak-anak yang menjadi kelompok rentan terhadap penyakit tersebut.
Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya kasus campak di Kota Bengkulu. Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mencatat laporan kasus tertinggi terjadi pada Juli 2026. Pada periode tersebut, jumlahnya mencapai sekitar 51 kasus berdasarkan laporan dari sejumlah rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, mengatakan peningkatan kasus menjadi perhatian pemerintah daerah. Oleh karena itu, imunisasi terus didorong sebagai salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.
Sebelumnya, cakupan imunisasi dasar lengkap di Kota Bengkulu dilaporkan baru mencapai sekitar 60 persen. Angka tersebut masih berada di bawah target nasional sebesar 95 persen. Kondisi itu membuat perlindungan kelompok terhadap sejumlah penyakit menular belum terbentuk secara optimal.
Selain meningkatkan imunisasi, Dinkes Kota Bengkulu juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan anak. Orang tua diharapkan memberikan asupan gizi seimbang dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Masyarakat juga perlu mengenali gejala campak sejak dini. Gejala yang perlu diperhatikan antara lain demam, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam kemerahan pada tubuh. Jika gejala tersebut muncul, masyarakat dianjurkan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Sementara itu, layanan imunisasi terus dioptimalkan melalui puskesmas dan posyandu. Petugas kesehatan juga melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi lengkap bagi anak.
Dengan demikian, kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan orang tua menjadi bagian penting dalam pencegahan campak. Peningkatan cakupan imunisasi diharapkan dapat memperkuat perlindungan anak sekaligus menekan penyebaran campak di Kota Bengkulu.
