BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu terus memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting pada 2026. Salah satu langkahnya dilakukan dengan meningkatkan kolaborasi lintas sektor dan memperkuat penanganan anak yang berisiko mengalami stunting.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing. Ia juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bengkulu. Ronny mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Dalam kegiatan itu, Ronny mengikuti rapat secara daring dari Monitoring Center Diskominfo Kota Bengkulu. Selain itu, ia didampingi Kepala DP3AP2KB Rosminiarty, Kepala Dinas Kesehatan Nelli Hartati, Kepala Dinas Kominfo, serta sejumlah pimpinan OPD terkait.
Rakortek Regional Sumatera menjadi forum untuk memperkuat koordinasi pemerintah dalam menangani stunting. Pembahasannya mencakup intervensi terhadap kelompok prioritas, sinkronisasi kebijakan, hingga penyusunan rencana tindak lanjut yang terukur. Integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi bagian dari agenda tersebut.
Sementara itu, Pemkot Bengkulu menargetkan angka stunting dapat terus ditekan hingga mencapai nol kasus. Data terbaru yang diberitakan ANTARA menyebut terdapat 43 anak dengan stunting di Kota Bengkulu. Pemerintah pun terus mendorong penanganan secara menyeluruh melalui kerja sama berbagai pihak.
Upaya tersebut juga diperkuat melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program ini mendorong pejabat dan pemangku kepentingan menjadi orang tua asuh bagi anak yang membutuhkan pendampingan. Tujuannya adalah membantu memastikan kebutuhan gizi dan kesehatan anak terpenuhi secara berkelanjutan.
Dengan demikian, penanganan stunting tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan. Dukungan pemerintah, tenaga kesehatan, pemangku kepentingan, dan masyarakat sangat diperlukan. Sinergi tersebut diharapkan mampu membawa Kota Bengkulu semakin dekat menuju target zero stunting.
